November 05, 2014

I Love You My Admirer Chap. 1



Cast :
- Shin Kara
- Oh Sehun
-  Secret Cast
Main Cast :
- Member Exo
- Jung Eunhee (Kara’s Best Friend)
- Shin Jieun (Kara’s Sister)
Genre : Romance, School Life, Little bit Sad
Leght : -
Rating : Chapter


It’s my real story, don’t plagiat.. copy boleh asal comment.. kalo gk ada yang comment, gk jadi ak post lanjutannya.. oke??


_____Story Begin
Baginya satu tahun adalah waktu yang lama, untuk memndam perasaan. Kara telah mengumpulkan ribuan keberanian untuk melakukan semua ini, menyatakan perasaanya kepada Sehun. Murahan memang sepertinya, tapi dia harus melakukannya jika tidak ingin terbunuh karena perasaannya sendiri. Harga diri?? Ohh.. sepertinya Kara sudah lupa dengan hal yang satu itu. Dan disinilah dia berada, berdiri dengan segala kegelisahannya, tepat didepan pintu kantin. “apa kau benar-benar akan melakukannya??” tanya Eunhee memastikan bahwa temannya yang satu ini masih dalam kata sadar. Kara menatap Eunhee tajam penuh keyakinan, tidak ada keraguan sedikit pun, gila!!. “ne, aku yakin!!”
Kara melangkah perlahan menuju bangku pojok di kantin yang memeang sudah menjadi tempat Sehun dan teman-temannya saat jam istirahat, dan tempat itu memang sudah seperti memiliki pemilik paten karena meski mereka tidak di kantin bangku itu tetep kosong, tidak seorangpun yang berani duduk disitu.  Kara berhenti tepat di depan mereka yang sedang asyik bergurau, refleks mereka menghentikan kegiatannya dan menatap Kara penuh tanya. Kerongkongannya serasa tercekat, apalagi beberapa pasang dikantin ikut menatapnya dan menghentikan aktivitasnya, seakan Kara telah mengganggu, pimpinan mereka, dan mereka ikut berontak.
“ada perlu apa kesini nona manis??” goda salahseorang dar mereka yang dia ketahui bernama Byun Baekhyun. Demi apapun Kara gugup sekarang, lidahnya kelu, keringat dingin terus mengguyur pelipisnya, harap-harap cemas. Para penghuni meja itu masih setia mengnunggu apa yang ingin diucapkan Kara. Kara menghela napas dan menatap Sehun, sedangkan Sehun? Dia hanya mengangkat sebelah alisnya, menatapnya tajam, dingin, membunuh.
“sehun-“ Kara benar-benar gugup, ditambah semua penghuni kantin menatapnya antusias  dengan tatapan membunuh, bahkan mereka mulai membentuk lingkarang mengerumuni bangku pojok karena merasa mendapat tontonan menarik plus gratis. “a..ak..aku..aku..” astaga kenapa rencananya tidak berjalan mulus, lidahnya seperti kram dan tidak mau diperintah. Eunhee yang menyaksikan sahabatnya dalam keadaan seperti itu hanya berdoa cemas. Kara meremas ujung roknya, dan menghela napas sekali lagi “AKU MENYUKAIMU” gotcha, sekarang apa yang akan dia dapat??
Gila!! Pikir Eunhee yang dibuat melongo, begitu juga para penghuni kantin, kelima teman Sehun tertawa terbahak-bahak diikuti sorakan seisi kantin, mengejeknya dengan ribuan kalimat. Terkecuali Sehun, dia hanya menatap Kara dalam, dan dingin. Semua kembali diam saat mereka mendengar Kara bersuara lagi. “aku menyukaimu sejak kau menolongku waktu MOS” Sehun berdiri “Sayangnya aku tidak mengingatnya, bahkan aku belum pernah bertemu denganmu sekalipun. Aku juga tidak menyukaimu sedikit pun”  jawab Sehun dingin.
“jangan-jangan dia secret admirermu??” timpal Suho yang berada disampingnya.
“benarkah??” Sehun semakin menatap Kara dengan tatapan membunuh. Kara tetap bungkam, kini sepatu lebih menarik daripada tatapan death glare milik Sehun, kalau dipikir-pikir ya memang benar adanya. “omona..” , “dia benar-benar tidak tahu malu” , “dia tidak punya harga diri” beberapa sindiran menelusup ke telinganya.
“jangan pernah kau ulangi karena itu sia-sia” ucapan Sehun membuat Kara mendongakkan kepalanya, “maksudmu?”
“karena aku selalu membuangnya”
“mw-o?” Kara merasa hatinya dihujami ribian panah, marah tentu, dipermalukan apalagi. Kemarahannya benar-benar mencapai ubun-ubun. Eunhee, segera menghampiri sahabatnya “Kara, sebaiknya kita sudahi ini dan pergi” Kara tetap todak bergeming, tidak acuh dengan segala cibiran yang didengarnya. Eunhee ikut terpancing emosi yang melihat Sehun memasang tampang tidak perduli.
BRAKKK..
“nappeun namja!! Apa kau tidak pernah diajari menghargai barang ha??”
“woww.. woww.. yeoja bermulut pedas jaga ucapanmu” timpal Kai yang ikut berdiri tidak terima sahabatnya di caci.
“MWOYA??” bentak Eunhee semakin tidak terima
“kita pergi saja Eunhee, Gomawo Sehun-ssi”

____

Waktu menunjuk pukul 7.30 am KTS, tapi tetap tidak mempengaruhi yeoja yang sedang tertidur pulasnya. Sesekali dia mengeliat keci dan mendengkur dengan suara-suara lucu, begitu menggemaskan. Seorang wanita paruh baya memasuki kamr itu dan duduk di pinggir rangjang,  “Chagia,,.. ireona palliwa!! Apa kau tidak sekolah hari ini??” Kara, yeoja itu tetap tidak bergeming. “kara, chagia.. ini sudah jam set 8 pagi, apa kau masih tetap melanjutkan mimpi mu??” kata wanita itu selaku eomma Kara. Tunggu!! Jam berapa dia bilang? Kara refleks terduduk dan menatap jam dingin ngeri. “omo!! Omo”” aku terlambat eomma” teriaknya heboh sendiri.
Tidak perlu mengumpulkan kesadaran, tidak perlu menguap, tidak perlu mengerjap, Kara loncat turun dan berlari ke kamar mandi. Bahkan dia tidak perduli kasurnya seperti kapal karam. 10 menit berlalu dan Kara keluar dari kamar mandi dan itu adalah rekor waktu tercepat Kara mandi. Kara menuruni tangga 2 anak tangga sekaligus, appa nya yang melihat anaknya hanya bergumam “pelan Kara, jika kau terungkal bagaimana??” Kara hanya tersenyum dan mencium pipi appa dan eomma nya, “Kara!! Kau tidak duduk untuk sarapan??” teriak eomma Kara melihat Kara berlari tanpa sepotong roti. “aniya..”
Untung jarak rumah ke sekolah dekat, hanya menyebrangi taman kompleks dan swalayan, lalu berbelok melewati deretan toko buku, dan berebelok lagi di perempatan dan sampai. Biasanya jika terlambat dia diantar, tapi melihat appa nya yang belum siap sama sekali, rasanya memilih diantar adalah pilihan salah, jadi dia memilih berjalan cepat setengah berlari. Lari maksudnya. Kara berlari menerobos pejalan kaki yang mengumpat karena tertabrak atau tersenggol Kara. Sesekali dia melirik jam lucu di pergelangan tangannya, ayolah.. 10 menit lagi, cepat,, cepat..
Terlihat dari kejauhan satpam sekolah hendak menutup gerbang,”ULJIMA.. “. Kara berlari cepat dan melewati gerbang yang hampir menghimpit badannya, Yes..!! ada gunanya juga punya badan slim. Napasnya terengah-engah, Kara berbalik dan membungkuk sedikit pada satpam. Kara membungkuk dan bertumpu pada lututnya, keringat membasahi pelipisnya. Belum sempat bernapas lega, dia merasakan hantaman di belakang yang membuatnya terjungkal,.
“Ya!!, appo” teriak Kara. Dia berdiri tidak sabaran, lututnya sedikit memar, “Kalo jalan itu lihat-lihat dong” dia sibuk membersihkan bajunya tanpa tahu siapa orang yang menabraknya..
“mian-“
“dasar pabo!!”
“mianhae jeongmal, mianhaeyo.. aku terburu-buru karena terlambat” jawabnya dengan suara berat yang diduga Kara seorang namja.
“Kau!! Kenapa kesekolah pakai sepatu roda hah??” Kara mendongak dan menunjuk namja itu dan.. kara terkejut bukan kepalang mengetahui siapa orang yang dicercanya.  Bukankah dia teman Sehun? Bukankah dia namja yang disukai Eunhee, bukankah dia ketua tim basket itu, bukankah dia...

TBC---
Gimana Ffnya? Ngebosenin ya??
Mian, di chapter berikutnya aku usahain lebih baik lagi
Maaf banget ya, baru bisa pos lanjutannya sekarang, soalnya tugas pada deadline semua.. mungkin untuk seminggu kedepan mungkin lebih aku nggak ngepost.. mian.. don’t forget comment, right???? Jebal.. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar