Cast :
- Shin Kara
- Oh Sehun
- Secret Cast
Main Cast :
- Member Exo
- Jung Eunhee (Kara’s Best Friend)
- Shin Jieun (Kara’s Sister)
Genre : Romance, School Life, Little bit Sad
Leght : -
Rating : Chapter
It’s my real story, don’t plagiat.. copy boleh asal comment.. kalo
gk ada yang comment, gk jadi ak post lanjutannya.. oke??
_____Story Begin
Baginya satu tahun adalah waktu yang lama, untuk memndam perasaan.
Kara telah mengumpulkan ribuan keberanian untuk melakukan semua ini, menyatakan
perasaanya kepada Sehun. Murahan memang sepertinya, tapi dia harus melakukannya
jika tidak ingin terbunuh karena perasaannya sendiri. Harga diri?? Ohh..
sepertinya Kara sudah lupa dengan hal yang satu itu. Dan disinilah dia berada,
berdiri dengan segala kegelisahannya, tepat didepan pintu kantin. “apa kau
benar-benar akan melakukannya??” tanya Eunhee memastikan bahwa temannya yang
satu ini masih dalam kata sadar. Kara menatap Eunhee tajam penuh keyakinan,
tidak ada keraguan sedikit pun, gila!!. “ne, aku yakin!!”
Kara melangkah perlahan menuju bangku pojok di kantin yang memeang
sudah menjadi tempat Sehun dan teman-temannya saat jam istirahat, dan tempat itu
memang sudah seperti memiliki pemilik paten karena meski mereka tidak di kantin
bangku itu tetep kosong, tidak seorangpun yang berani duduk disitu. Kara berhenti tepat di depan mereka yang
sedang asyik bergurau, refleks mereka menghentikan kegiatannya dan menatap Kara
penuh tanya. Kerongkongannya serasa tercekat, apalagi beberapa pasang dikantin
ikut menatapnya dan menghentikan aktivitasnya, seakan Kara telah mengganggu,
pimpinan mereka, dan mereka ikut berontak.
“ada perlu apa kesini nona manis??” goda salahseorang dar mereka
yang dia ketahui bernama Byun Baekhyun. Demi apapun Kara gugup sekarang,
lidahnya kelu, keringat dingin terus mengguyur pelipisnya, harap-harap cemas.
Para penghuni meja itu masih setia mengnunggu apa yang ingin diucapkan Kara.
Kara menghela napas dan menatap Sehun, sedangkan Sehun? Dia hanya mengangkat
sebelah alisnya, menatapnya tajam, dingin, membunuh.
“sehun-“ Kara benar-benar gugup, ditambah semua penghuni kantin
menatapnya antusias dengan tatapan
membunuh, bahkan mereka mulai membentuk lingkarang mengerumuni bangku pojok
karena merasa mendapat tontonan menarik plus gratis. “a..ak..aku..aku..” astaga
kenapa rencananya tidak berjalan mulus, lidahnya seperti kram dan tidak mau
diperintah. Eunhee yang menyaksikan sahabatnya dalam keadaan seperti itu hanya
berdoa cemas. Kara meremas ujung roknya, dan menghela napas sekali lagi “AKU
MENYUKAIMU” gotcha, sekarang apa yang akan dia dapat??
Gila!! Pikir Eunhee yang dibuat melongo, begitu juga para penghuni
kantin, kelima teman Sehun tertawa terbahak-bahak diikuti sorakan seisi kantin,
mengejeknya dengan ribuan kalimat. Terkecuali Sehun, dia hanya menatap Kara
dalam, dan dingin. Semua kembali diam saat mereka mendengar Kara bersuara lagi.
“aku menyukaimu sejak kau menolongku waktu MOS” Sehun berdiri “Sayangnya aku
tidak mengingatnya, bahkan aku belum pernah bertemu denganmu sekalipun. Aku
juga tidak menyukaimu sedikit pun” jawab
Sehun dingin.
“jangan-jangan dia secret admirermu??” timpal Suho yang berada
disampingnya.
“benarkah??” Sehun semakin menatap Kara dengan tatapan membunuh.
Kara tetap bungkam, kini sepatu lebih menarik daripada tatapan death glare
milik Sehun, kalau dipikir-pikir ya memang benar adanya. “omona..” , “dia
benar-benar tidak tahu malu” , “dia tidak punya harga diri” beberapa sindiran
menelusup ke telinganya.
“jangan pernah kau ulangi karena itu sia-sia” ucapan Sehun membuat
Kara mendongakkan kepalanya, “maksudmu?”
“karena aku selalu membuangnya”
“mw-o?” Kara merasa hatinya dihujami ribian panah, marah tentu,
dipermalukan apalagi. Kemarahannya benar-benar mencapai ubun-ubun. Eunhee,
segera menghampiri sahabatnya “Kara, sebaiknya kita sudahi ini dan pergi” Kara
tetap todak bergeming, tidak acuh dengan segala cibiran yang didengarnya.
Eunhee ikut terpancing emosi yang melihat Sehun memasang tampang tidak perduli.
BRAKKK..
“nappeun namja!! Apa kau tidak pernah diajari menghargai barang
ha??”
“woww.. woww.. yeoja bermulut pedas jaga ucapanmu” timpal Kai yang
ikut berdiri tidak terima sahabatnya di caci.
“MWOYA??” bentak Eunhee semakin tidak terima
“kita pergi saja Eunhee, Gomawo Sehun-ssi”
____
Waktu menunjuk pukul 7.30 am KTS, tapi tetap tidak mempengaruhi
yeoja yang sedang tertidur pulasnya. Sesekali dia mengeliat keci dan mendengkur
dengan suara-suara lucu, begitu menggemaskan. Seorang wanita paruh baya
memasuki kamr itu dan duduk di pinggir rangjang, “Chagia,,.. ireona palliwa!! Apa kau tidak
sekolah hari ini??” Kara, yeoja itu tetap tidak bergeming. “kara, chagia.. ini
sudah jam set 8 pagi, apa kau masih tetap melanjutkan mimpi mu??” kata wanita
itu selaku eomma Kara. Tunggu!! Jam berapa dia bilang? Kara refleks terduduk
dan menatap jam dingin ngeri. “omo!! Omo”” aku terlambat eomma” teriaknya heboh
sendiri.
Tidak perlu mengumpulkan kesadaran, tidak perlu menguap, tidak
perlu mengerjap, Kara loncat turun dan berlari ke kamar mandi. Bahkan dia tidak
perduli kasurnya seperti kapal karam. 10 menit berlalu dan Kara keluar dari
kamar mandi dan itu adalah rekor waktu tercepat Kara mandi. Kara menuruni
tangga 2 anak tangga sekaligus, appa nya yang melihat anaknya hanya bergumam
“pelan Kara, jika kau terungkal bagaimana??” Kara hanya tersenyum dan mencium
pipi appa dan eomma nya, “Kara!! Kau tidak duduk untuk sarapan??” teriak eomma
Kara melihat Kara berlari tanpa sepotong roti. “aniya..”
Untung jarak rumah ke sekolah dekat, hanya menyebrangi taman
kompleks dan swalayan, lalu berbelok melewati deretan toko buku, dan berebelok
lagi di perempatan dan sampai. Biasanya jika terlambat dia diantar, tapi
melihat appa nya yang belum siap sama sekali, rasanya memilih diantar adalah
pilihan salah, jadi dia memilih berjalan cepat setengah berlari. Lari
maksudnya. Kara berlari menerobos pejalan kaki yang mengumpat karena tertabrak
atau tersenggol Kara. Sesekali dia melirik jam lucu di pergelangan tangannya,
ayolah.. 10 menit lagi, cepat,, cepat..
Terlihat dari kejauhan satpam sekolah hendak menutup
gerbang,”ULJIMA.. “. Kara berlari cepat dan melewati gerbang yang hampir
menghimpit badannya, Yes..!! ada gunanya juga punya badan slim. Napasnya
terengah-engah, Kara berbalik dan membungkuk sedikit pada satpam. Kara
membungkuk dan bertumpu pada lututnya, keringat membasahi pelipisnya. Belum
sempat bernapas lega, dia merasakan hantaman di belakang yang membuatnya
terjungkal,.
“Ya!!, appo” teriak Kara. Dia berdiri tidak sabaran, lututnya
sedikit memar, “Kalo jalan itu lihat-lihat dong” dia sibuk membersihkan bajunya
tanpa tahu siapa orang yang menabraknya..
“mian-“
“dasar pabo!!”
“mianhae jeongmal, mianhaeyo.. aku terburu-buru karena terlambat”
jawabnya dengan suara berat yang diduga Kara seorang namja.
“Kau!! Kenapa kesekolah pakai sepatu roda hah??” Kara mendongak
dan menunjuk namja itu dan.. kara terkejut bukan kepalang mengetahui siapa
orang yang dicercanya. Bukankah dia
teman Sehun? Bukankah dia namja yang disukai Eunhee, bukankah dia ketua tim
basket itu, bukankah dia...
TBC---
Gimana Ffnya? Ngebosenin ya??
Mian, di chapter berikutnya aku usahain lebih baik lagi
Maaf banget ya, baru bisa pos lanjutannya sekarang, soalnya tugas
pada deadline semua.. mungkin untuk seminggu kedepan mungkin lebih aku nggak
ngepost.. mian.. don’t forget comment, right???? Jebal.. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar